Polres Kayong Utara, Polda Kalbar – Menghadapi potensi cuaca ekstrem dan fenomena alam di awal tahun, Tim Preventif Patroli Polres Kayong Utara meningkatkan kesiapsiagaan di titik-titik vital. Pada Minggu (4/1), petugas melakukan pengecekan intensif di Pelabuhan Sukadana dan sejumlah pemukiman warga guna mengantisipasi dampak banjir rob serta kecelakaan laut.
Langkah proaktif ini diambil menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi pasang air laut maksimum yang diprediksi melanda pesisir Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan.
Dalam patroli tersebut, tim kepolisian menyisir dermaga dan memeriksa kesiapan armada angkutan air seperti speedboat. Petugas memastikan setiap armada dilengkapi dengan sarana keselamatan yang memadai, termasuk ketersediaan life jacket (jaket pelampung) dan kotak P3K.


“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat melakukan perjalanan melalui jalur air. Kesiapan alat keselamatan adalah harga mati, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang,” ujar salah satu anggota tim patroli Polres Kayong Utara.
Selain armada, para nahkoda kapal juga mendapat arahan khusus agar terus memantau perkembangan cuaca sebelum bertolak. Edukasi mengenai bahaya angin kencang dan perubahan tinggi gelombang secara mendadak menjadi fokus utama dalam dialog petugas di lapangan.
Berdasarkan data terbaru dari BMKG, wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kayong Utara, sedang berada dalam fase kewaspadaan tinggi. Fenomena Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) yang terjadi bersamaan dengan fase bulan purnama memicu kenaikan tinggi pasang air laut.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca dan kondisi maritim untuk wilayah Kayong Utara pada Minggu, 4 Januari 2026:
1. Potensi Banjir Rob Waspada. Diprediksi terjadi antara pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.
2. Cuaca Umum Cerah Berawan pada pagi hari, potensi Hujan Petir pada siang hingga malam.
3. Suhu Udara Berkisar antara 23∘C hingga 32∘C.
4. Tinggi Gelombang Kategori sedang, berkisar 0,75 – 1,8 meter.
5. Kecepatan Angin Dominasi dari Utara dengan kecepatan 5-12 knot (hembusan hingga 21 knot).
BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir pesisir (rob) yang dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta akses jalan di pemukiman rendah.
Tak hanya area pelabuhan, tim patroli juga menyisir kawasan pemukiman warga dan penginapan. Pengecekan ini bertujuan untuk memantau langsung debit air di lingkungan warga, terutama saat pasang pagi yang cukup tinggi.
Polres Kayong Utara meminta warga yang tinggal di tepian pantai untuk mengamankan barang-barang berharga dan tetap siaga jika air mulai memasuki rumah. Kegiatan patroli ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk pelayanan Polri dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat di tengah ancaman cuaca ekstrem awal tahun.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat terkait kondisi cuaca atau gangguan kamtibmas, silakan menghubungi layanan call center kepolisian 110 setempat atau memantau aplikasi InfoBMKG untuk pembaruan cuaca secara real-time.
#KayongutaraBERKAH
#SalamPRESISI
#Kalbar







